Selasa, 30 Disember 2014

Kebolehan @ kemampuan anak 1-2 tahun

Kanak-kanak berumur 18 hingga 24 bulan

A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak semasa sebelum berumur 24 bulan.

~ Gerak Kasar : Berjalan mundur sedikitnya 5 langkah
~ Gerak halus : Mencoret-coret dengan alat tulis
~ Bicara, bahas dan kecerdasan : Menyebutkan nama dan menunjuk satu bahagian tubuh dengan benar.
~ Bergaul dan mandiri : Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga

B. Stimulasi yang dberikan

~ Melatih anak berjalan jinjit. Ajarilah anak berjalan jinjit (jengket), buatlah agar ia menirunya.
~ Membantu anak belajar melompat. Tunjukkanlah cara melompat dengan kedua kaki diangkat bersamaan. pegangi tangannya ketika ia cuba melompat untuk pertama kalinya
~ Melatih anak berdiri dengan satu kaki. Tunjukkan cara berdiri dengan satu kaki secara bergantian. buatlah agar ia mahu menirukannya. mula-mula peganglah tangannya, kemudian lepaskan. latihlah agar ia boleh melakukannya tanpa kehilangan keseimbangan.
~ Mengajar anak menggambar bentuk sederhana. Ajari anak menggabar garis lurus, bulatan, segitiga, dan sebagainya.
Mengajak anak bermain membuat bentuk sederhana dari lilin/ tanah liat/ adunan kuih. Ajari anak membuat bulatan, segitiga dan lain-lain
~ Mengajar anak memasukkan benda ke lubang yang sesuai. Sediakan bekas yang dibuat lubang-lubang berbentuk segi tiga, segi empat segi lima, bulatan dan sebagainya. Tunjukkan kepada anak cara memasukkan benda berbentuk segi tiga, segi empat, segi lima, bulatan dan sebagainya ke dalam lubang yang sesuai besar dan bentuknya
Bermain dengan anak menyusun potongan gambar. Sediakan karton yang sudah ditempel gambari dari majalah bekas. gunting karton menjadi 3 – 4 potongan. Ajari anak untuk menyusun potongan gambar tersebut menjadi gambar yang utuh seperti semula
~ Melatih anak mengikuti perintah sederhana. Berilah anak suatu perintah sederhana. Buatlah agar ia mahu melakukannya. bila perlu tunjukkan cara mengerjakan perintah tersebut.
~ Melatih anak Menceritakan apa yang dikerjakannya/dilihatnya. Ajaklah anak menceritakan apa yang dialaminya dan dilihatnya. perbaikilah bila ia membuat kesalahan dalam bercerita.
~ Melatih anak mengenakan pakaiannya sendiri. Biasakan anak mengenakan pakaiannya sendiri. Mula-mula bantulah ia bila mengalami kesulitan, kemudian kurangilah bantuan.
~ Melatih anak mengikuti peraturan permainan. Usahakanlah agar anak bermain dengan anak lainnya. Perhatikan apakah ia mengikuti aturan permainan dan mengikuti giliran bermain
~ Melatih anak agar mau ditnggalkan ibunya untuk sementara. Ajaklah anak bermain ke rumah tetangga, kemudian tinggalkannya untuk sementara. buatlah agar ia terbiasa berpisah untuk sementara tanpa menangis atau menjadi gelisah.

Tambahan :

A. Perkembangan Kognitif Anak Usia 1 – 2 Tahun (12 – 24 bulan)

Sewaktu lahir, berat otak anak sekitar 27% berat otak orang dewasa. Pada usia 2 tahun, berat otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa (sekitar 1200 gram). Hal ini menunjukkan bahwa pada usia ini, masa perkembangan otak sangat pesat. Pertumbuhan ini memberikan implikasi terhadap kecerdasan anak.

Pada usia 1 – 2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Pada usia ini, anak mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa hal berikut ini :

1. Belajar melalui pengamatan/ mengamati. Mulai usia 13 bulan, anak sudah mulai mengamati hal-hal di sekitarnya. Banyak “keajaiban” di sekitarnya mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi kemudian setelah anak melakukan suatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya. Pada usia 19 bulan, anak sudah dapat mengamati lingkungannya lebih detail dan menyedari hal-hal yang tidak semestinya terjadi berdasarkan pengalamannya.

2. Meniru orang tua. Anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah hal-hal yang umumnya dilakukan orangtua. Pada usia 19 bulan, anak sudah banyak dapat meniru perilaku orangtua.

3. Belajar konsentrasi. Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini dapat dilihat pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di sekelilingnya. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar 10 menit.

4. Mengenal anggota badan. Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat diajarkan untuk mengucapkan kata-kata. Anak-anak akan merasa sangat senang jika orangtua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota tubuhnya sambil menunjukkan anggota tubuhnya.

5. Memahami bentuk, kedalaman, ruang dan waktu. Pada tahun kedua, anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi atau rendah benda (kedalaman) dan membedakan kesempatan berdasarkan tempat (ruang ) dan waktu. Pemahaman ini mulai tampak pada usia 18 – 24 bulan.

6. Mulai mampu berimajinasi. Kemampuan berimajinasi atau membentuk citra abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak sudah mulai menampakkan kemampuan untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.

7. Mampu berpikir antisipatif. Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21 – 23 bulan. Anak tidak sekedar mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya.

8. Memahami kalimat yang terdiri dari beberapa kata.Pada usia 12 – 17 bulan, anak sudah dapat memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian beberapa kata. Selain itu, anak juga sudah dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah. Pada usia 13 bulan, anak sudah mulai dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Pada usia 17 bulan, umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti diri dan merangkainya dengan beberapa kata sederhana dan mengutarakan pesan-pesan seperti: “ Adik mau susu.”

9. Cepat menangkap kata-kata baru. Pada usia 18 – 23 bulan, anak mengalami perkembangan yang pesat dalam mengucapkan kata-kata. Perbendaharaan kata anak-anak pada usia ini mencapai 50 kata. Selain itu, anak sudah mulai sadar bahwa setiap benda memiliki nama sehingga hal ini mendorongnya untuk melancarkan kemampuan bahasanya dan belajar kata-kata baru lebih cepat.

B. Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 – 3 Tahun (24 – 36 Bulan)

Kemampuan kognitif anak usia 2 – 3 tahun semakin kompleks. Perkembangan anak usia 2 – 3 tahun ditandai dengan beberapa tahap kemampuan yang dapat dicapai anak, yaitu sebagai berikut :

1. Berpikir simbolik. Anak usia 2 tahunan memiliki kemampuan untuk menggunakan simbol berupa kata-kata, gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu. Salah satu bentuk lain dari berpikir simbolik adalah fantasi, sesuatu yang dapat digunakan anak ketika bermain. Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks, dimana anak sudah mulai menggunakan obyek subtitusi dari benda sesungguhnya. Misalnya anak menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil balap.

2. Mengelompokkan, mengurut dan menghitung. Pada tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk, misalnya membedakan kelompok mainan mobil-mobilan dengan boneka binatang. Selain mengelompokkan, anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa (kemampuan menghitung).

3. Meningkatnya kemampuan mengingat. Kemampuan mengingat anak akan meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar usia 2 tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Mereka juga dapat memahami dan mengingat dua perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. Memasuki usia 2,5 hingga 3 tahun, anak mampu menyebutkan kembali kata-kata yang terdapat pada satu atau dua lagu pengantar tidur.

4. Berkembangnya pemahaman konsep. Ketika mencapai usia 18 bulan, anak memahami waktu untuk pertama kalinya yaitu pemahaman “sebelum” dan “sesudah”. Selanjutnya pemahaman “hari ini”. Pada usia 2,5 tahun, anak mulai memahami pengertian “besok”, disusul dengan “kemarin” dan pengertian hari-hari selama seminggu di usia 3 tahun.

5. Puncak perkembangan bicara dan bahasa. Pada usia sekitar 36 bulan, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000 kata dengan 80% kata-kata tersebut dapat dipahaminya. Pada usia ini biasanya anak mulai banyak berbicara mengenai orang-orang di sekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.

~ Sumber : http://tumbuh-kembang-anak.blogspot.com/

Semoga bermanfaat..

**mamiaLwa**

Selasa, 2 Disember 2014

Anak kecil dan hafazan Al-Quran

Salam semua..

Mami nak share dan sedang praktik kan untuk anak-anak mami in shaa ALLAH..

Otak bayi-bayi ni suci sangat tau..
Menyerap bagaikan span..
Alhamdulillah..

Jadi mami akan gunakan daya yang ada untuk melaksanakannya dengan izin ALLAH..

Teknik Mengajar Anak Kecil Hafal Al-Quran

1. Bayi (0-2 tahun)

- Bacakan Al Qur’an dari surat Al-Fatihah
- Tiap hari 4 kali waktu
(pagi, tengahari, petang, malam)
- Tiap 1 waktu – satu surah – diulang 3x
- Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan kaedah yang sama
- Tiap 1 waktu surah yg lain-lain diulang 1-2x sehari

2. Diatas 2 tahun

- Metode sama denga teknik pengajaran bayi.
Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, misi dari 5 hari menjadi 7 hari
- Sering dengarkan bacaan

3. Diatas 4 tahun

- Mula mengatur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
- Ajari muraja’ah sendiri
- Ajari menghafal sendiri
- Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
- Waktu menghafal 3-4x perhari

Kredit –> Ustdz Ahmad Al Hafidz

Allaahummaj’alna fii ahli Qur’an , Allaahumma baarik fi auladina wa dzurriiyatina bil Qur’an, Allaahummarzuqna istiqomah fi tilawatil wa hifzil Qur’an…
wa adhilna fi jannati fi Qur’an…
Aamiin Allaahumma Aamiin

Semoga kita dapat melentur dan membentuk anak-anak kita khasnya ke arah Generasi Al-Quran Di Hati dan Hafiz wal Hafizah.

Doa ibu bapa kepada anak-anaknya tiada hijab. Mulakan dengan diri kita. Ayuh....

Mudah mudahan in shaa ALLAH..

Perut kecik nafsu mak aiii..

Salam petang..

Selera anak bujang sulung mami niii un'sangka'rable..hahaha..

Mami pula suka laaa cuba2 buat macam2 bagi Ammar makanan yang pelbagai disamping cukup nutrisi dan berkhasiat..

Idea asal from kengkawan bestpreng foreber katenyeeee..Hehehe..

Salah 1 nya adalah :

1. Baked rice vege

Bahan2nya
- nasi
- telur
- ikan bilis sangai yang dikisar
- brokoli
- bunga kobis
- lada benggala
- lobak merah
- daun kucai
- daun sup

Kuantiti
- suka2 hati laaa

Caranya
- gaulkan segalanyaaa
- bakar @ kukus

Selamat mencubaaa..
Sekian..

Kita cuba trying test ujikaji..

Khas kepada ibu-ibu menyusukan anak :
Makanan untuk banyakkan susu

Bagi ibu-ibu yang menyusukan anak kadangkala mengalami kemeruduman susu dalam ertikata lain susu makin kurang.

* Faktor utama untuk banyakkan susu adalah kerap kosongkan breast tak kiralah sama ada pam (sekerap 3jam sekali) atau directfeeding.

* Lagi kerap kita kosongkan breast lagi banyak susu dapat dihasilkan konsep supply by demand.

>> Kesalahan konsep ini dapat kita lihat dalam kes-kes seperti di bawah:

# Mengambil makanan untuk banyakkan susu ibu sejak awal kehamilan.
Apabila bayi dilahirkan, menunggu sehingga payudara ‘terasa ada susu’ sebelum menyusukan bayi.

# Tidak mengepam dan menyusukan seperti yang disarankan, sebaliknya bergantung kepada pemakanan.

# Hanya mengambil makanan dan minuman yang dikatakan dapat menambah susu badan sehingga tiada satu hidangan lengkap dalam diet seharian.

Tidak salah mengambil makanan tertentu untuk membanyakkan susu ibu, namun konsep asas penyusuan harus dikuasai, iaitu –

( Semakin kerap payudara dikosongkan, semakin banyak susu terhasil )

dan

( Semakin banyak susu diperlukan oleh si bayi, semakin banyak susu akan terhasil )

>> Antara makanan/minuman untuk banyakkan susu ibu:

Tinggi dengan protein –
makanan berasaskan kacang soya
(tofu, tauhu, tempe, etc.),
kacang hijau, alfalfa dan sebagainya

Tinggi dengan vitamin B terutama asid folik –
sayuran hijau seperti kucai, sawi, lobak dan sebagainya.

Tinggi kalori –
longan kering, kurma.

Tinggi kalsium –
susu.

Tinggi vitamin A dan C -
buah-buahan citrus, buah-buahan beri dan sebagainya.

Yang memanaskan badan –
halba (fenugreek), habbatussauda’ dan jenis2 herba serta rempah ratus.

Yang memperbaiki pengaliran darah –
lobak putih.

Yang mencetuskan hormon gembira –
coklat.

Sebarang makanan kegemaran ibu menyusu, yang mana ibu boleh menikmatinya dengan rasa gembira, kerana kegembiraan mengaktifkan hormon oxytocin yang mengeluarkan susu dari badan.

Penyusuan ibu adalah sesuatu yang semulajadi, sebagaimana anak-anak mamalian menyusu dengan ibu masing-masing..

Lebih2 lagi di zaman moden ni, (ramai ibu yang bekerja) penyusuan adalah sesuatu yang mesti dipelajari.

Ibu-ibu hamil boleh mendapatkan ilmu penyusuan dari mereka yang lebih dahulu menyusukan anak dan dari bahan bacaan yang boleh diperolehi di mana2 klinik kesihatan, hospital mahupun buku2 tentang penyusuan ibu yang berlambak di kedai buku.

Usah mudah mengalah jika terkehel di peringkat awal. Memang benar, menyusukan bayi tidak menjadikan kita ibu terbaik di dunia, tapi bila kita berusaha memberikan makanan awal terbaik untuk anak kita sendiri, itu adalah kepuasan yang paling kemuncak sebelum kita mula mencorak masa depannya dengan pelbagai misi lain pula.

Semoga info ini dapat dijadikan panduan untuk ibu-ibu yang menyusukan anak.

In shaa ALLAH.